Setelah perang dunia, Umi selalu menaikan bendera di depan
rumahnya yang merupakan tanda untuk ayahnya. Ketika perang, ayah umi yang
seorang kapten kapal, berlayar untuk memasok
persediaan, namun kapalnya terkena ranjau dan tenggelam. Ia memiliki seorang
adik laki-laki dan adik perempuan. Suatu ketika di sekolahnya, anak anak
laki-laki berkampanye untuk menolak penghancuran gedung club mereka. Seorang anak
bernama Shun Kazama melompat dari lantai atas dan tercebur di kolah tepat di
sebelah umi. Umi mendekatinya dan memberikan pertolongan namun difoto oleh anak
laki-laki lainnya, kemudian ia melepaskan tangah shun dan shun terjatuh kembali
ke air.
Semenjak itu shun menjadi terkenal dan adik umi yang satu
sekolah dengannya meminta umi untuk menemaninya meminta tanda tangan shun. Terpaksa
umi menurutinya dan mereka berdua menuju gedung club yang ingin dihancurkan. Suasana
sangat kotor, dan tampak usang. Ada banyak club disana dan anggotaya hanyalah
anak laki-laki. Disitulah umi pertamakali membantu shun mengerjakan tugas dari
club pemberitaan sekolah. Umi mengajukan ide untuk membersihkan dan merenovasi
tempat itu.