Sebenernya aku ngerasa agak keberatan. Aku punya 2 adik
laki-laki. Yang satu masih SMA dan yang satu lagi masih berumur 2,5 tahun. Januari
lalu mamaku resign dari tempat kerja, karena pengasuh adiku berhenti dan gak
tega nitip-nitipin adiku sana sini. Aku lebih suka mama kerja. Why? Because sesama
perempuan pasti memiliki daya pikir yang sama dalam memanfaatkan uang. You know
what I mean.
Sabtu, 07 November 2015
GOD! My Mom is Getting Mad at Me
Okay, kita mulai dari kasus yang paling sering dirasain anak nakal rumahan. Apa yang kamu lakukan kalau mamamu marah sama kamu. You will
be mad too, yeah of course. Tapi sebenernya mama itu gak akan pernah marah
kalau gak lagi badmood. Itu sih sepengalamanku. Mamaku marah sama aku kalau aku
gak nurutin keinginannya dia, gagal dalam sesuatu yang jadi targetnya, atau
bahkan ketika aku sedang kesel banget dan marah marah gak jelas di rumah.
Selasa, 01 September 2015
Let The Rain Knows
Ini adalah cerpen, akan
aku buat beberapa bagian dan akan aku terbitkan satu-satu. Semoga suka J
Aku ingin bercerita
bagaimana Sherlock Holmes dapat mengetahui kisah sebuah arloji hanya dengan
melihatnya dalam 1 menit. Bagaimana kisah sebuah novel berjudul “Peri Bersayap
Biru” tentang dua insan yang tidak pernah bersatu dalam setiap reinkarnasi
mereka. Aku suka semua kisah yang mengandung unsur fantasi di dalamnya. Kau tau
Harry Potter? Anak laki-laki dengan bakat penyihir yang hebat.
Aku ingin seperti tokoh
dalam kisah-kisah itu. Penuh dengan hal-hal menakjubkan dalam hidup mereka. Selalu
mendapat hari-hari yang takkan pernah kau lupakan hingga usia senja. Namun apakah
setiap manusia mendapat apa yang mereka inginkan? Tentu tidak.
Ketika usiaku 14 tahun,
aku tidak pernah menyangka aku akan berubah. Morfologi maupun fisiologi. Tidak total
sih, tapi ini merupakan sesuatu yang agak sulit membuatku beradaptasi. Haid pertama,
membaca buku mengenai pubertas yang bahkan tak pernah kau bayangkan sebelumnya.
Hari itu, hujan turun
gerimis. Aku lupa membawa payung dan aku sudah menunggu di teras depan kelas
selamat 1 jam. Sambil sesekali mencubit roti sisa makan siangku dan berusaha
membunuh waktu dengan novel yang baru saja aku pinjam di perpustakaan dua hari
lalu. Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, dan hujan tak kujung berhenti. Dengan
pasrah aku cakupkan kedua belah buku di tanganku dan memasukkannya ke dalam
tas.
Minggu, 02 Agustus 2015
Menulis sebagai Media Pengembangan Karakter Anak Bangsa
Menulis merupakan suatu hal dasar yang kita lakukan setiap
hari. Mulai dari hal sederhana seperti mengetik pesan hingga hal rumit seperti
membuat skripsi. Namun, tak semua orang menyukai aktivitas menulis itu sendiri.
Namun kali ini saya akan membagi pengalaman saya seputar tulis menulis. Sore tadi
saya mengikuti kegiatan Talkshow Jurnalistik yang pembicaranya adalah dokter
Oka dan Dee Lestarii. Sangat inspiratif. Makanya jadi post tulisan ini.
Sebenarnya motivasi untuk menulis timbul ketika kamu
tertarik pada suatu hal. Misalnya tokoh penulis ifola seperti raditya dika,
novel terkenal seperti supernova, atau hal hal imajinatif seperti harry potter.
Jujur saja, hal yang membuat saya tertarik untuk masuk ke dunia ini adalah film
animasi yang sering saya tonton. Tiba tiba muncul ide cerita dari mimpi yang
saya tulis tiap pagi. Walaupun awalnya gagal, dan saya tidak pernah mencoba
lagi dalam 2 tahun ini. Namun saya memiliki motivasi lagi untuk bangkit
Sabtu, 25 Juli 2015
Paper: Katarak kongenital
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Katarak ialah suatu kondisi
kekeruhan lensa karena adanya hidrasi (penambahan cairan), denaturasi protein ataupun
kedua-duanya. Katarak umumnya merupakan penyakit pada usia lanjut, namun
penyakit ini tidak jarang dijumpai pada bayi baru lahir atau sering juga
disebut katarak kongenital. Katarak kongenital adalah katarak yang mulai
terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari 1 tahun.
Katarak kongenital dapat menyebabkan kebutaan pada bayi apabila penanganannya kurang
tepat.1
Katarak kongenital
sering ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita penyakit rubella, galaktosemia, homosisteinuri,
diabetes mellitus, hipoparatiroidism, toksoplasmosis, inklusi sitomegalik dan
histoplasmosis. Katarak kongenital tidak bermanifestasi sebagai penyakit
tunggal dan biasanya disertai oleh penyakit lain seperti mikroflamus, aniridia,
koloboma iris, keratokonus, heterokromia iris, lensa ektopik, displasia retina,
dan megalokornea.1
Synopsis: From Up On Poppy Hill
Setelah perang dunia, Umi selalu menaikan bendera di depan
rumahnya yang merupakan tanda untuk ayahnya. Ketika perang, ayah umi yang
seorang kapten kapal, berlayar untuk memasok
persediaan, namun kapalnya terkena ranjau dan tenggelam. Ia memiliki seorang
adik laki-laki dan adik perempuan. Suatu ketika di sekolahnya, anak anak
laki-laki berkampanye untuk menolak penghancuran gedung club mereka. Seorang anak
bernama Shun Kazama melompat dari lantai atas dan tercebur di kolah tepat di
sebelah umi. Umi mendekatinya dan memberikan pertolongan namun difoto oleh anak
laki-laki lainnya, kemudian ia melepaskan tangah shun dan shun terjatuh kembali
ke air.
Semenjak itu shun menjadi terkenal dan adik umi yang satu
sekolah dengannya meminta umi untuk menemaninya meminta tanda tangan shun. Terpaksa
umi menurutinya dan mereka berdua menuju gedung club yang ingin dihancurkan. Suasana
sangat kotor, dan tampak usang. Ada banyak club disana dan anggotaya hanyalah
anak laki-laki. Disitulah umi pertamakali membantu shun mengerjakan tugas dari
club pemberitaan sekolah. Umi mengajukan ide untuk membersihkan dan merenovasi
tempat itu.
Jumat, 24 Juli 2015
Sinopsis : Ponyo on the cliff by the sea
Aku suka banget anime. Kalau untuk anime movie, apalagi made
by studio Ghibli, have an inspiring story dan amusing banget buat ditonton. Ini
adalah salah satu film nya, selamat membaca.
Terkisah di sebut rumah yang terletak di atas bukit di
sebuah kepulauan di Jepang. Tinggallah seorang anak kecil laki-laki bernama
Sousuke. Suatu ketika sousuke menemukan seekor ikan mirip goldfish yang
terperangkap di sebuah toples di pinggir pantai. Seketika itu Sousuke
merawatnya dan memberinya nama Ponyo. Sousuke membawa Ponyo ke sekolah nya yang
dekat dekat tempat ibunya bekerja yaitu di sebuah panti jompo. Ponyo sering
menyemburkan air ke orang yang berkomentar tidak enak tentang dirinya. Saat di
panti jompo, ponto menyemburkn air pada salah satu nenek-nenek yang menyebut
ponyii adalah sejenis mahluk berwajah manusia. Sousuke lari membawa ponyo ke
tepi pantai, dan seketika itulah ayah ponyo yang berwujud manusia mengambil ponyo
kembali.
Di rumah ponyo yang terletak di bawah laut. Ponyo berusaha
menyakinkan ayahnya bahwa ia mencintai sousuke dan ingin menjadi manusia. Dengan kekuatan sihir yang ia miliki
ia berhasil menumbuhkan tangan dan kakinya. Namun ayahnya menolak dan
mengubahnya menjadi ikan lagi. Ponyo kabur dari rumah dan berhasil bertemu
dengan sousuke. Namun seketika itu suasana laut menjadi sangat kacau. Bulan terasa
semakin dekat dan air laut menjadi sangat tinggi hingga hampir mencapai rumah
sousuke.
Rabu, 10 Juni 2015
Korelasi Narsisme dan Bullying di Facebook Terhadap Perkembangan Mental Remaja.
Era
globalisasi dewasa ini memberi berbagai kemudahan dan fasilitas untuk menunjang
kehidupan manusia. Bermacam-macam fasilitas seperti internet, computer tablet,
ataupun handphone yang kini semakin hari dibuat semakin praktis dan fleksibel
bagaikan sudah menjadi sahabat manusia dalam aktivitasnya. Semua fasilitas itu
membuat manusia jadi semakin mudah menjangkau berbagai belahan dunia dan
mengetahui berbagai informasi baru yang terjadi sehingga dunia ini terasa
sangat sempit. Sebut saja internet dan handphone, interaksi kedua benda ini
sudah tak asing lagi dimata remaja, tiap waktu tiap saat dan dimanapun kedua
hal ini menjadi arena permainan tersendiri didunia para remaja. Internet
membuat mereka dapat mengeksiskan diri di media sosial seperti facebook tanpa ada batasan waktu. Dalam
kesehariannya memang tak dapat dipungkiri bahwa media sosial sangat penting
mengingat berbagai pekerjaan, aktivitas, dan tugas-tigas sekolah pun memerlukan
fasilitas tersebut. Namun, bagaimana
jika media sosial seperti facebook
tersebut malahan menjadi media ekspresi diri yang negatif bagi remaja? Mereka
dapat meng-upload semua foto ataupun
video yang mereka buat, jika banyak teman yang menyukai foto ataupun video
tersebut, secara psikologis itu akan membangkitkan rasa narsisme dalam diri mereka sendiri. Namun lain hal jika malahan teman
mereka mengomentari foto atau video tersebut dengan kata-kata mengejek atau
mem-bully mereka, maka sebaliknya,
itu akan menjatuhkan rasa percaya diri mereka. Tentunya hal tersebut akan
menjadi pemasalahan baru dalam dunia pendidikan dewasa ini.
Langganan:
Postingan (Atom)